Protista yang
Menyerupai Hewan
Protozoa
yang menyerupai hewan dikenal dengan nama protozoa (protos = pertama, zoon =
hewan). Sebagian protozoa adalah hewan eukariotik bersel tunggal dan
mikroskopis. Protozoa dapat hidup pada air tawar, air laut, air payau dan ada
juga yang hidup di dalam tubuh organisme multiseluler. Seluruh kegiatan
hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel
antara lain membran plasma , sitoplasma dan mitokondria. Beberapa protozoa ada
yang mempunyai peranan dalam menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati,
tetapi ada juga yang bersifat parasit di dalam tubuh organisme, misalnya dapat
menyebabkan penyakit tidur, malaria, dan disentri. Protozoa hidup secara
individual, tetapi ada juga diantara mereka yang hidupnya berkoloni.
Protozoa berkembangbiak dengan cara aseksual, yaitu dengan cara pembelahan biner dan membentuk spora serta secara seksual yaitu melalui konjugasi. Hewan ini memilki alat gerak berupa cilia, flagel, dan kaki semu (Pseudopia), tetapi ada juga yang tidak memiliki alat gerak.
Pada
dasarnya protozoa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
* Organisme uniseluler (bersel satu)
* Eukariotik (memiliki membran nukleus
* Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni
* Umumnya tidak dapat membuat makananya
sendiri (heterotof)
* Hidup bebas, saprofit dan parasit
* Dapat membentuk sista untuk bertahan
hidup
* Alat gerak berupa pseudopia , silia atau
flagela
Klasifikasi
protozoa
Berdasarkan
struktur alat geraknya , filum protozoa dibedakan menjadi empat kelas:
1. Kelas Rhizopoda (sarcodina)
2. Kelas Ciliata
3. Kelas Flagellata
4. Kelas sporozoa
1. Kelas Rhizopoda
Ciri-ciri
rhizopoda :
a.
Rhizopoda berkembang biak secara vegetative dengan membelah diri.
b.
Kebanyakan hidupnya di air tawar dan air laut.
c.
Makanannya diambil dengan cara fagosit
d. Hewan ini
memiliki kaki semu yang berfungsi sebagai alat gerak dan penangkap mangsa. Kaki
semu merupakan penjuluran dari sebagian protoplasma.
e.
Geraknya disebut gerak amoeboid.
f. Di dalam endoplasm,a terdapat satu
atau lebih inti, vakuola makanan dan vakuola kontraktil. Vakuola kontraktil
terdapat pada semua rhizopoda air tawar.
g. Vakuola makanan berfungsi untuk
mencerna makanan sedangkan vakuola kontraktll berfungsi sebagai alat ekskresi.
h. Vakuola kontraktil juga berfungsi
memelihara keseimbangan osmosis sel sehingga mencegah pengembangan di luar
batas yang dapat menagkibatkan rhizopoda pecah.
i.
Pernafasannya dilakukan dengan difusi memakai seluruh permukaan tubuhnya.
Bergerak dengan kaki semu
(pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel, yang berfungsi sebagai
alat penangkap mangsa. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan
sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia. Perkembangbiakan secara
tidak kawin melalui pembelahan biner dan pembentukkan kista. Jenis yang paling
mudah diamati adalah Amoeba. Pada Amoeba , pergerakkan Amoeba dengan
menggunakan kaki semu terjadi karena adanya rangsangan makanan. Makananya dapat
berupa ganggang, bacteri atau sisa-sisa organik. Ektoamoeba adalah jenis Amoeba
yang hidup liar di luar tubuh organisme lain (hidup bebas). Contohnya Amoeba
proteus, Foraminifera , Arcella, Radiolaria. Entamoeba adalah jenis Amoeba yang
hidup di dalam tubuh organisme , contohnya Entamoeba histolityca, dan Entamoeba
coli.
Struktur
tubuh Amoeba:
Sel
dilindungi oleh membrane sel. Didalam selnya terdapat organel – organel,
diantaranya inti sel, vakuola kontraktil, dan vakuola makanan.

Membrane
sel atau membran plasma
Membrane
sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi protoplasma.
Sitoplasma
dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar
sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya
ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula. Didalam
endoplasma terdapat 1 inti, satu vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola
makanan. Inti sel (nukleus) berfungsi untuk mengatur selurug kegiatan yang
berlangsung di dalam sel.
Rongga
berdenyut (Vakuola Kontraktil)
Rongga
berdenyut disini berfungsi sebagai organ eksresi sisa makanan. Vakuola
kontraktil juga menjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari
tekanan osmosis di sekitarnya.
Rongga
makanan (vakuola makanan )
Rongga
makanan atau sering disebut dengan vakuola makanan berfungsi sebagai alat
pencernaan. Makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui rongga
berdenyut.
Tempat
hidup dan habitat
Berdasarkan
tempat hidupnya Amoeba dibedakan menjadi :
a. Ektamoeba
: hidup di luar tubuh organisme (hidup bebas). Misalnya Amoeba proteus
b. Entamoeba
: hidup di dalam organisme , misalnya manusia: contohnya Entamoeba histolityca,
yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan menyebabkan
penyakit perut (Disentri). Entamoeba coli, hidup dalam colon (usus besar
manusia). Amoeba ini tidak bersifat parasit , tetapi kadang-kadang dapat
menyebabkan buang air besar terus-menerus. Entamoeba ginggivalis, hidup dalam
rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.
Terdapat
juga contoh dari Rhizopoda lainnya seperti:
1.
Arcella
Memiliki rangka luar yang tersusun dari zat kitin. Hewan
ini banyak terdapat di air tawar. Berbentuk seperti piring, dengan satu
permukaan cembung dan permukaan lainnya cekung atau datar , yang ditengahnya
terdapat lubang tempat keluarnya kaki palsu.
2.
Diffugia
Rangka luar diffugia dapat menyebabkan butir-butir pasir
halus dan benda-benda laindapat melekat.
3.
Foraminifera
Memiliki rangka luar yang terdiri dari silica atau zat
kapur (mengandung kalsium karbonat). Semua anggota foraminifera ini hidup di
laut. Genus yang paling terkenal dari Foraminifera ini adalah Globigerina,
karena lapisan Foraminifera dapat digunakan sebagai petunjuk dalam pencarian
sumber minyak bumi.
4.
Radiolaria
Merupakan organisme laut bertubuh bulat seperti bola dan
memilki banyak duri yang terbuat dari zat kitin dan stonsium sulfat. Radiolaria
yang mati akan mengendap yang disebut dengan Lumpur radiolaria yang digunakan
sebagai bahan alat penggosok serta bahan peledak. Contoh genusnya :
Achantometro dan Collosphaera.
2. Kelas Flagellata
(Mastigophora)
Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga
sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan. Dibedakan menjadi
dua yaitu:
* Flagellata autotrofik
(berkloroplas) , dapat berfotosintesis. Contohnya Euglena viridis, Noctiluca
mliliaris, volvox globator.
* Flagellata heterotrofik (tidak
berkloroplas), tidak dapt berfotosintesis. Contohnya Trypanosoma gambiense,
Leishmania. Sebagian besar hidup bebas dan ada pula yang sebagai parasit pada
manusia dan hewan, atau saprofit pada organisme mati.
Flagellata
juga dibagi menjadi dua yaitu : Fitoflagellata dan zooflagellata.
1.
Fitoflagellata
Adalah flagellata yang dapat
melakukan fotosintesis karena memiliki kromatofora. Fitoflagellata mencerna
makananya dengan berbagai cara, menelan lalu mencernanya di dalam tubuhnya
(holozoik), membuat sendiri makanannya (holofitrik), atau mencerna organisme
yang sudah mati (saprofit). Habitat fitoflagellata di perairan bersih dan perairan
kotor. Fitoflagellata bergerak dengan menggunakan flagella.
Fitoflagellata
mempunyai
a.
struktur tubuh
Tubuhnya diselubungi oleh membrane
selulosa, misalnya Volvox. Ada pula yang memiliki lapisan pelikel, misalnya
euglena. Pelikel adalah lapisan luar yang terbentuk dari selaput plasma yang
mengandung protein.
b.
Reproduksi
Cara reproduksi ada dua, yaitu secara konjugasi dan
secara aseksual dengan membelah diri.
c.
Klasifikasi
Dibagi
menjadi 3 kelas:
1
Euglenoida : Tubuhnya menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel.
Contohnya yang terdapat pada Euglena viridis.
Euglena
viridis mempunyai ciri-ciri :
1.
Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron
2.
Ujung tubuhnya meruncing dengan satu
bulu cambuk
3. Hewan
ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah) yang digunakan untuk membedakan
gelap dan terang.
4.
Memiliki kloroplas yang mengandung
klorofil untuk berfotosintesis
5. Memasukkan makanannnya melalui sitofaring
menuju vakuola dan ditempat inilah makanan yang berupa hewan – hewan kecil
dicerna.

Gambar
: Euglena sp
2.
Dinoflagellata : contohnya terdapat pada Noctiluca milliaris, yang mempunyai
ciri-ciri :
1.
Memiliki satu flagella, satu panjang dan
satu pendek
2.
Dapat melakukan simbiosis dengan jenis
ganggang tertentu
3.
Tubuhnya dapat memancarkan sinar bila
terkena rangsangan mekanik.
3.
Volvocida yang mempunyai ciri-ciri
mempunyai ciri-ciri :
1.
bentuk tubuh umumnya bulat
2. koloninya terdiri dari ribuan
hewan bersel satu yang masing-masing memiliki dua flagella
3.
Setiap sel memiliki inti , vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas.
2.
Zooflagellata
Adalah flagellata yang tidak
berkloroplas dan menyerupai hewan. Ada yang hidup bebas namun kebanyakan
bersifat parasit. Mempunyai :
a.
Struktur tubuh
Bentuk tubuh mirip dengan sel leher
porifera. Mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran iar
dengan menggoyangkan flagella, selain itu flagella juga berfungsi sebagai alat
gerak.
b.
Reproduksi
Dilakukan secara aseksual dengan
membelah biner secara longitudinal , sedangkan reproduksi seksual belum
diketahui.
Contohnya
adalah:
1.
Trypanosoma
Hewan ini bercirikan bentuk tubuh yang
pipih dan panjang seperti daun , merupakan parasit dalam darah vertebrata , dan
tidak membentuk kista.
Jenis
– jenis Trypanosoma antara lain adalah:
a.
Trypanosome lewisi hidup pada tikus , hospes perantaranya adalah lalat tse-tse
b. Trypanosoma evansi , penyebab
penyakit sura (malas ) pada ternak; hospes perantaranya adalah lalat tse – tse.
c. Trypanosoma gambiense dan T.
rhodesiensis hewan penyebab penyakit tidur pada manusia manusia.
d.Trypanosoma
cruzi, penyebab penyakit cagas (anemia pada anak kecil)
2.
Leishmania
merupakan
penyebab penyakit pada sel-sel endothelium pembuluh darah. Jenis-jenis
Leismania adalah :
a. Leishmania donovani, penyebab
penyakit kalazar yang ditandai dengan demam dan anemia, hewan ini banyak
terdapat di Mesir , sekitar laut tengah , dan india.
b. Leishmania tropica, penyebab
penyakit kulit , disebut penyakit oriental sore, terdapat di Asia (daerah
mediterania) dan sebagian Amerika selatan.
c.
Leishmania brasiliensis, juga oenyebab oenyakit kulit dimeksiko dan amerika
tengah selatan.
3. Kelas
Ciliata
Anggota Ciliata ditandai dengan
adanya silia (bulu getar) . Pada fase hidupnya yang digunakan sebagai alat
gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel. Memilki 2
inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar), yang mengendalikan fungsi
hidup sehari-hari dengan cara mensintesis RNA, juga berperan penting dalam
reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat
konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ada vakuola kontraktil yang
berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhya. Banyak hidup di air
laut dan tawar. Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium
coli . Alat geraknya berupa rambut getar (silia). Ciliata mempunyai beberapa
ciri-ciri , antara lain :
a.
Struktur tubuh
1.
Kebanyakan ciliata berbentuk simetris kecuali ciliate primitiv, simetrinya
radial.
2.
Tubuhnya diperkuat oleh perikel, yaitu lapisan luar yang disusun oleh
sitoplasma padat
3.
Tubuhnya diselimuti oleh silia , yang menyelubungi seluruh tubuh utama disebut
silia somatic
4.
Ciliata mempunyai dua tipe inti sel (nukleus), yaitu makronukleus dengan
mikronukleus.
5.
Ciliata tidak mempunyai struktur khusus pertukaran udara dan sekresi nutrisi
dan
cara
makan
Ciliata memilki mulut atau sitosom yang terbuka menjadi
saluran pendek. Di sitofaring pada hewan primitiv , mulut terletak di ujung
interior tetapi pada kebanyakan Ciliata , bagian tersebut diganti oleh bagian
posterior. Terdapat dua macam mulut pada ciliata yaitu:
1.
Mulut membran berombak : merupakan ciliata yang menyatu dalam barisan panjang
2.
Membran yang berupa barisan pendek dari cilia yang bersatu membentuk piringan
Fungsi
ciliata pada mulut adalah untuk menghasilkan makanan dan mendorong partikel
makanan menuju sitofaring . Contoh anggota Ciliata yang terkenal misalnya
Paramecium.
Gambar
1.1 Stentor

Gambar
1.2 Didinium

Gambar
1.3 Vorticella

a.
Struktur Paramecium
Ujung
depan tubuh tumpul, sedangkan belakang meruncing hingga bentuknya seperti
sandal atau sepatu.
Terdapat
contoh Ciliata yang lain antara lain seperti :
1. Stentor ; Bentuk seperti terompet dan menetap
di air tawar yang tergenang atau mengalir. Makanan hewan ini adalah Ciliata
yang ukurannya lebih kecil.
2.
Didinium ; Merupakan predator pada
ekosistem perairan yaitu pemangsa Paramecium.
3. Vortisella ; Bentuk seperti lonceng,
bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral yang dilengkapi silia sekitar
mulutnya. Hidup di air tawar , menempel dengan tangkai batang yang bersifat
kontraktil pada substrak. Makananya berupa bakteri atau sisa-sisa bahan organik
yang masuk bersama aliran air melalui celah mulutnya.
4.
Styllonichia ; Bentuknya seperti siput, silia berkelompok
5. Ballanthidium coli ; habitatnya pada kolon
atau usus besar manusia bagian asenden dan transenden yang dapat menyebabkan
gangguan pada perut.
4). Apicomplexa
(Sporozoa)
Semua anggota dari Sporozoa ini
bersifat endoparasit. Tubuhnya berbentuk bulat atau bulat panjang dan Tidak
memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (Sporozoid) sebagai cara
perkembangbiakannya. Makanannya langsung diperoleh dari inang tempat hidupnya.
Hidup parasit pada tubuh manusia ataupun dapat juga parasit pada hewan.
Sporozoid memiliki organel-organel komplek pada salah satu ujung (apex) selnya
yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang. Contoh : Plasmodium
falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax. Merupakan golongan protista
yang menyerupai jamur, karena sporotozoa dapat membentuk spora yang dapat
menginfeksi inangnya dan tidak memiliki alat khusus, sehingga geraknya mengubah
– ubah kedudukan tubuh, sporozoa hidup sebagai parasit. Respirasi dan eksresi
terjadi secara difusi.
1. Plasmodium vivax : Penyebab
penyakit malaria tertiana, dengan gejala demam (masa sporulasi) ,selang waktu
48 jam
Gambar
: Plasmodium vivax

2. Plasmodium malariae : Penyebab penyakit
malaria quartana , dengan gejala demam (masa sporulasi) , selang waktu 72 jam
3. Plasmodium falciparum : Penyebab penyakit
malaria tropika, dengan gejala demam (masa sporulasi) , yang tidak teratur.
Bisa 1- 3 X 24 jam.
Gambar
: Plasmodium falciparum

4. Plasmodium ovale : Penyebab penyakit malaria
ovale tertiana (limpa), dengan gejala demam lebih ringan daripada malaria
tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Dengan masa sporulasi 48 jam.
Tetapi plasmodium ini tidak ditemukan di Indonesia.
a.
Struktur tubuh Sporozoa
a.
Tubuhnya berbentuk bulat panjang,
b. Ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tetapi
didalam usus manusia atau hewan yang dapat mencapai 10 mm.
c. Tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk
memanjang dan dibagian anterior kadang – kadang terdapat kait pengikat atau
filament sederhana untuk melekatkan diri pada inang.
b.
Reproduksi
Reproduksi
secara aseksual dengan spizogoni, yaitu pembelahan diri yang berlangsung di
dalam tubuh inang tetap, dan sporogoni yaitu pembentukan spora yang terjadi
pada inang sementara (hospes intermediet).
Produksi
secara seksual melalui persatuan gamet (mikro gamet = gamet jantan dan makro
gamet = gamet betina) yang berlangsung did dalam tubuh nyamuk.
Contohnya
adalah Plasmodium.
Siklus
hidup Plasmodium di dalam tubuh inang berhasil diungkapkan oleh Charles
Laverans dan Grasy, dengan siklus sebagai berikut :
- Bila seekor nyamuk anopheles
menghisap darah , maka dikeluarkanlah zat anti pembekuan darah agar darah
korban tidak membeku . zat ini disebut dengan anti kougulan. Bersamaan dengan
zat anti kogulan maka keluarlah sporozoit –zporozoit dari mulut nyamuk dan
masuk melalui luka gigitan di tubuh korban.
- Setelah tiga harisporozoit keluar
dari inti, kemudian menyerang sel-sel darah merah dan memasukinya. Fase ini
disebut fase eritrositer.
- Sporozoit di dalam sel darah merah
disebut tropozoit. Setelah sel-sel darah merah pecah, merezoit keluar dan
mencari sel-sel darah merah yang baru . kejadian ini berulang beberapa kali.
Bersama dengan pecahnya sel-sel darah merah itu, penderita merasa demam
(panas).
- Setelah beberapa waktu mengalami skizogami,
beberapa merezoit berubah menjadi gametogenesit yaitu persiapan untuk menjadi
gamet jantan dan betina.
- Jika saat itu sel darah manusia ini
dihisap oleh nyamuk anopheles betina, maka di dalam tubuh nyamuk , gametosit
akan berubah menjadi gamet jantan dan betina, dua gamet ini kemudia melebur
menjadi satu membentuk zigot. Zigot ini akan menjadi ookinet, dan pengisap
makanan dari nyamuk.
- Ookinet berubah menjadi bulat
disebut oosita. Menghasilkan beribu-ribu sporozoit dengan cara sporozoit. Dari tahapan
inilah kemudian sporozoit akan sampai pada kelenjar liur nyamuk untuk
ditularkan .
Siklus
Hidup Nyamuk:

Ganggang (protista mirip tumbuhan )
Ganggang memiliki pigmen hijau daun yang
disebut klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Selain itu juga
memiliki pigmen – pigmen tambahan lain yang dominan. Ganggang memiliki ukuran
yang beraneka ragam ada yang mikroskopis, bersel satu, berbentuk benang atau
pita , atau bersel banyak berbentuk lembaran. Dalam perairan ganggang merupakan
penyusun vitoplankton yang biasanya melayang – laying didalam air, tetapi juga
dapat hidup melekat didasar perairan disebut neustonik.
Ganggang yang bersifat bentik digolongkan
lagi menjadi;
a.
Epilitik ( hidup diatas batu)
b.
Epipalik (melekat pada lumpur atau pasir)
c.
Epipitik ( melekat pada tanaman )
d.
Epizoik ( melekat pada hewan).
Berdasarkan habitat yang ditempatinya
diperairan , dibedakan atas:
'a.
Ganggang Subbaerial yaitu ganggang yang hidup didaerah permukaan,
b.
Ganggang Intertidal, yaitu ganggan secara periodic muncul kepermukaan karena
naik turun air akibat pasang susrut.
c.
Ganggang Subritorsal, yaitu ganggang yang berada dibawah permukaan air,
d.
Ganggang Edafik, yaitu ganggang yang hidup diddalam tanah pada dasar perairan.
Jenis – jenis ganggang, misalnya Chlorella
sp, bersimbiosis dengan organism lainnya yaitu hidup bersama paramecium, hydra
atau molusca; ganggang platimonas sp, hidup bersama cacing pipih convolutta
roscofencis.
Macam bentuk tubuh ganggan yaitu berselsatu
atau uniseluler , membentuk koloni berupa filament atau kolini yang tidak
membentuk filament.
Sebagian
ganggang yang uniseluler dapat bergerak atas kekuatan sendiri (motil), dan yang
tidak dapat bergerak sendiri yaitu nonmotil.
Perbedaan dengan tubuh uniseluler yang
mikroskosis, pada ganggang yang membentuk koloni berupa filament berukuran
cukup besar, sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang, sel yang terletak
paling bawah pada filament membentuk alat khusus untuk menempel pada batu,
batang pohon, atau lumpur. Alat tersebut dinamakan pelekat.
Koloni ganggang yang tidak membentuk
filamnen umumnya berbentuk pola atau pipih tanpa pelekat.
Cara ganggang bereproduksi dengan dua macam,
yaitu seksual dan aseksual. Reproduksi secara aseksual terjadi melalui
pembelahansel, fragmentasi, dan pembentukan zoozpora, sedangkan reproduksi
secara aseksual terjadi melalui isogami dan oogami.
Reproduksi akan menghasilkan dua sel anakan
yang masing – masing akan menjadi individu baru, terjadi pada ganggang bersel
tunggal.
Sedangkan ganggang yang membentuk koloni
tanpa filament, taupun koloni yang berupa filament, reproduksi melalui
fragmentasi. Fragmentasia dalah terpecah – pecahnya koloni menjadi beberapa
bagian.
Berdasarkan dominasi pigmennya, ganggang
dapat dibedakan menjadi bebrapa kelompok yaitu ganggang coklat, ganggang merah
, ganggang keemasan dan ganggang hijau.
1. Ganggang coklat (paeophiceae)
warna ganggang coklat disebabkan oleh
pigmen coklat (pikosantin), yang secara dominan menyelubungi warna hijau dari
klorofil pada jaringan.ganggang coklat juga mengandung pigmen lainnya seperti
klorofil a, klorofil c, violak xantin, b-karioten, diadinoxcatin, dan
fukosantin.
a.
Ciri – ciri talus
1.
ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai dengan maksoskopis, ada yang
berbentuk tegak, bercabang, filament tidak bercabang, dan filament dasar.
2.
Ganggang ini melalui kloroplas tunggal, ada beberapa yang berbentuk lempengan
discoid (cakram) dan ada pula yang seperti benang.
3.
Mempunyai pirenoid yang terdapat didalam kloroplas.
4.
Bagian dalam dinding selnya tersusun dari lapisan selulosa sedangkan bagian
luar tersusun dari gumi. Pada dinding sel dan ruang antar sel terdapat asam
alginate atau algin.
5.
Merupakan jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan jaringan
tranzportasi pada tumbuhan darat.
b.
Habitat
Ganggang
coklat umumnya hidup di air laut, khusunya laut yang agak dingin dan sedang.
c.
Cara hidup
Bersifat
autotrof fotosintesis, terjadi dihelaian yang mempunyai daum. Gula yang
dihasilkan ditransportasikan ketangkai yang menyerupai batang.
d.
Peranan ganggang coklat dalam kehidupan
Dimanfaatkan
sebagai industry makanan atau farmasi, algin atau asam alginate dari ganggang
coklat digunakan dalam pembentukan eskrim, pembentukan pil, salep, pembersih
gigi, lotion dank rim, selain itu dapat dimanfaatkan untuk kandungan nitrogen
dan kaliumnya cukup tinggi, sedangkan kandungan folfornya rendah.
e.
Reproduksi
Terjadi
secara aseksual dengan pembentukan zoospore berflagella dan fragmentasi,
sedangkan reproduksi seksual terjadi secara ogami dan isogami.
Contoh
ganggang coklat;
1.
Focus serratus
2.
Makro cystis pyrefera
3.
Sargassum vulgare
4.
Turbinsaris decurrens
2. Ganggang merah (Rodophyceae)
Ganggang merah berwarna merah sampai ungu,
tetpai ada juga yang lembayung atau pirang atau kemerah – merahan, chromatofora
berbentuk cakram atau lemabaran dan mengandung klorofil a, klorofil b dan
karoteboid. Akan tetapi, warna lain tertutup oleh warna merah fikoiretrin
sebagai pigmen utama yang mengadakan fluoresensi
a.
Ciri talus
1.
Bentuknya berupa helaian atau berbentuk seperti pohon.
2.
Tidak berflagella.
3.
Selnya terdiri dari komponen yang berlapis – lapis.
4.
Mempunyai pigmen fotosintetik fikobilin, memiliki pirenoid yang terletak
didalam koroplas, pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan atau
hasil asimilasi.
b.
Cara hidup
Ganggang
merah umumnya bersifat autotrof, ada juga yang heterotrof, yaitu yang tidak
memiliki kromatofora dan biasanya parasit pada ganggang lain.
c.
Habitat
Umumnya
hidup di laut yang dalam dari pada tempat hidup ganggang coklat. Hidup
diperairan tawar.
d.
Reproduksi
Bereproduksi
secara seksual dengan pembentukan dua ateridium pada ujung – ujung cabang
talus. Arteridium menghasilakn gamet jantang yang berupa spermatium dan
betinanya karpogamium terdapat pada ujung cabang lainnya.
Reproduksi
aseksual terjadi dengan pembentukan tetraspora kemudian menjadi gametania
jantan dan gametania betina, akan membentuk satu karkospofrafit. Karkosporafit
akan menghasil tentranspora.
Contoh
anggota ganggang merah antara lain: porallina, parmalia, bateracospermum
moniniformi, gelidium, gracilaria,eucheuma, dan skinaia furkellata.
e.
Peran ganggang merah pada kehidupan.
Manfaatnya
antara lain sebagai bahan makanan dan kosmetik.misalnya eucheuma spinosum ,
selain itu juga dipakai untuk mengeraskan atau memadatkan media pertumbuhan
bakteri.
3. Ganggang keemasan (Chrysophayceae)
Kelompok ini paling beragam dalam
komposisi pigmennya, dinding selnya, dan tipe flagella selnya. Dan mengandung
klorofil a , klorofil c, karoten dan xactofil.
a.
Ciri talus
1.
Bentuk dapat berupa batang, telapak tangan , dan bentuk – bentuk campuran.
2.
Pada ganggang keemasan yang bersel satu ada yang memiliki dua flagella
jheterodinamik yaitu sebagai berikut,
a)
Satu flagella memiliki tonjolan seperti rambut yang disebut mastigonema,
flagella seperti ini disebut pleuronematik.
b)
Satu flagella lagi tidak mempunyai tonjolan seperti rambut disebut akronematik,
mengarah ke posterior.
3.
Pada kloroplas pada ganggang jenis tertentu ditemukan pirenoid yang merupakan
tempat persediaan makanan.
b.
Habitat
Habitatnya
di air tawar atau air laut, tempat – tempat yang basah, dan merupakan anggota
[enyusun plankton.
c.
Cara hidup
Ganggang
keemasan hidup secara fotoautotrof, artinya dapat mensintesis makanan sendiri
dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis.
d.
Reproduksi
Reproduksi
aseksual dengan membentuk auksospora dan pembelahan diri, sedangkan reproduksi
seksual dengan oogami.
e.
Peranan ganggang keemasan dalam kehidupan
Berguna
sebagai bahan penggosok, bahan pembuat isolasi, penyekat dinamit, membuat
saringan, bahan alat penyadap suara, bahan pembuat cat, pernis, dan piringan
hitam.
4. Ganggang hijau (chlorophyceae)
a.
Ciri talus
1.
Ada yang bersatu dan bersel banyak (koloni )
2.
Bentuk tubuh ada yang bulat, filament, lembaran, dan ada yang menyerupai
tumbuahn tinggi, misalnya bryopsis,
3.
Kloroplasnya beraneka bentuk dan ukurannya, ada yang seperti mangkok, seperti
busa, seperti jala, dan seperti bintang,
4.
Pada pirenoid yang terdapat pada kloroplas gangganh hiaju motil dan pada sel
reproduktif yang bergerak terdapat stigma (bintik mata merah).
5.
Pada sel yang dapat bergerak terdepat vakuola kontraktil didalam sitoplasmanya,
vakuola ini berfungsi sebagai alat osmoregulasi.
6.
Inti ganggang ini memiliki membrane, sehingga bentuknya tetap, disebut
eukarion.
7.
Pada ganggang hijau yang bergerak terdapat dua flagella yang sama panjang,
macamnya adalah stikonematik, pantonematik, dan pantokronematik.
b.
Habitat
Habitat
ganggang ini diair tawar, air laut, tanah – tanah yang basah , ada pula yang
hidup di tempat – tempat kering.
c.
Cara hidup
Ganggang
hiaju hidup secara autotrof. Namun ada pula yang bersimbiosis dengan organism
lain, mislanya dengan jamur membentuk lumut kerak.
d.
Reproduksi
Reproduksi
aseksual terjadi dengan pembentukan zoospore, yaitu spora yang dapat bergerak
atau berpindah tempat. Reproduksi aseksualnya berlangsung secara
konjugasi.Hasil konjugasi berupa suatu zigospora , zigospora tidak mempunyai
alat gerak.
Contoh
bebrapa jenis alga hijau, antara lain : spirogyra.volvox, chalamidomonas, vulva
dan stigeoslonium.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar